Resep Masakan Wajik Indonesia
Wajik, di antara kue tradisional jawa yang sudah paling memasyarakat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di desa saya, kue basah ini menjadi menu mesti acara hajatan mulai dari hajat pengantin, sunatan, bancakan, kendurian dll. Dulu saya sampai jenuh bin mblenger lihat makanan satu ini, lagipula kalau musim hajat pengantin.
Belum lagi seringnya lihat nenek saya buat untuk tetangga pas acara selametan...waduh wajik lagi...wajik lagi he he. Sekarang hidup di rantau nggak terdapat acara kendurian agak kangen juga, jadi saya tanya dan korek2 resep dari nenek saya sebelum dia sendiri tak sempat dan tidak terinventarisasi :-)
Catatan: Ini resep wajik dusun asli yang bikinnya memang agak njlimet terdiri dari sejumlah step. Jumlah saya kurangi lumayan untuk konsumsi family (20 potong) bukan guna acara selamatan. Kalau kamu mau bikin tidak sedikit yang silahkan dibanyakin proporsinya. Bikin sekali-kali saja guna mengobati kangen biar gak bosan..;-)
Bahan guna 20 potong:
500 gr ketan putih, rendam dalam air paling tidak 3 jam
200 gr gula merah (paling enak gunakan gula kelapa atau aren bukan gula dari tebu)
200 gr gula pasir (tambah andai perlu)
150 ml santan paling kental dari 1 butir kelapa
1/2 sdt garam atau secukupnya
250 air guna merebus gula
2 batang daun pandan
Cara Membuat:
Rendam ketan dalam air dingin paling tidak 3 jam sebelum dimasak. Buang air rendaman, cuci bersih dan tiriskan.
Kukus ketan sekitar 15 menit sampai setengah matang ditandai dengan warna ketan yang telah berubah dari putih susu menjadi transparan.
Angkat dari kompor, tambahkan air hangat secukupnya ke dalam ketan separuh matang, lantas aduk2 gunakan garpu sampai-sampai ketan bukan lagi menggumpal.
Kukus lagi ketan sampai benar2 matang (kurang lebih 15 menit). Sisihkan.
Sisir gula merah, masukkan panci. Tambahkan 250 ml air dingin, garam dan daun pandan.
Didihkan larutan gula seraya sesekali diaduk sampai jumlahnya menciut menjadi setengahnya dan treksturnya mengental serupa sirup. (kurang lebih 15 menit)
Tambahkan santan kental ke dalam sirup gula dan teruskan memasak sampai larutan mengental dan berminyak. Angkat dari api.
Saring dan campurkan sirop gula ke dalam ketan matang di dalam wajan cekung yang agak besar. Aduk dengan sendok kayu sampai rata.
Panaskan wajik dengan suhu kecil seraya diaduk terus menerus sampai adonan tanak, mengeras dan teksturnya lengket. (kurang lebih 10 menit).
Cicipi, andai perlu tambahkan gula pasir secukupnya andai rasanya belum cocok dengan selera anda. Aduk2 kembali sampai rata. Angkat dari api.
(Tambahkan gula pasir selagi wajik dalam proses pemanasan, peningkatan tanpa pemanasan akan mengakibatkan wajik terlalu empuk dan lembek sebab gula berisi air)
Siapkan loyang, pyrex atau tapper ware, olesi dengan tidak banyak minyak. Alasi dengan kertas roti andai perlu.
Tuang wajik ke dalam wadah yang telah disiapkan, tekan2 dan ratakan. Biarkan dingin. (pakai selembar plastik guna menekan andai wajik terlampau lengket).
Potong2 dengan format sesuai selera, andai perlu bungkus masing-masing potong dengan plastik agar tidak lengket satu sama lain. Hidangkan.
Catatan:
Jumlah gula pasir barangkali bervariasi tergantung jenis dan kadar kemanisan gula yang kamu pakai.
Wajik sebetulnya sudah bisa kamu konsumsi tanpa pemanasan sebab sudah matang, namun pemanasan menciptakan wajik lebih tanak dan tidak gampang bau.
Alat yang sangat baik untuk menyusun dan mengiris wajik yang ingin lengket ialah peralatan yang tercipta dari plastik. Di resep ini saya ratakan dan iris menggunakan spatula plastik tipis, belinya di toko perangkat bangunan :-)

Post A Comment
Tidak ada komentar :